Keutamaan Shaf Pertama
Alhamdulillah, segala
puji hanya tertuju kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yang telah
memberikan berbagai keutamaan di dalam shalat berjamaah bagi seorang muslim. Di
antaranya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Ganjaran
27 Kali Lipat
Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلَاةُ
الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat
berjama’ah (di masjid) lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian (di
rumah)” (HR. Bukhari no. 609)
Anggaplah
ada orang yang akan memberi Anda Rp 1.000.000 jika shalat di rumah, dan Rp
27.000.000 dengan syarat Anda mau pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Hal
apakah yang pertama kali Anda lakukan? Berangkat ke masjid? Jelas. Namun
kira-kira, Anda akan berangkat dengan bersegera, atau dengan santai, menunggu
sampai iqamat dikumandangkan (sebagaimana kebiasaan sebagian besar kaum
muslimin, Allahul musta’an!). Ini baru permisalan dunia, belum
ganjaran akhirat yang tentunya jauh lebih besar daripada itu. Sedangkan Allah
sungguh telah memperingatkan, tentang apa yang akan kita bawa esok di hari
akhir.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ
نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ()وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ
أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Wahai
orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri
merenungkan, apalah yang telah diperbuatnya untuk hari esok (yaitu hari akhir).
Dan bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apapun yang
kamu kerjakan. Dan janganlah keadaan kamu seperti orang-orang yang melupakan
Allah, lalu Allah pun membuatnya lupa kepada dirinya sendiri; itulah
orang-orang yang fasik.” (Al Hasyr : 18-19)
Kebiasaan
Nabi Ketika Mendengar Adzan
Itulah
sikap yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam contohkan.
Apapun kesibukan beliau, ketika adzan telah berkumandang, maka beliau bergegas
menuju masjid dan shalat berjamaah dengan kaum muslimin. Perhatikan kesaksian
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang beliau,
كَانَ
يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ خَرَجَ
“Adalah
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan istrinya, dan jika
beliau mendengar adzan, beliau segera keluar (untuk pergi menuju masjid)”
(HR. Bukhari 4944)
Kesibukan
yang mulia, yaitu membantu pekerjaan istri beliau. Akan tetapi ketika adzan,
beliau langsung bergegas menuju masjid. Apatah lagi dengan kita yang hanya
disibukkan dengan perkara duniawi, terkadang bercanda, menonton televisi, bola,
namun ketika adzan sungguh panggilan itu kita abaikan. Nas’alullaha
salamah wal ‘afiyah!
Andai Shaf
Awal Harus Diundi, Sungguh Akan Diundi!
Maka
bersegeralah menuju masjid, dan carilah shaf pertama.
Sungguh, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallamtelah bersabda,
لَوْ
يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا
إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا
“Seandainya
manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan
shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan
undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR.
Bukhari 580)
Allah dan
Para Malaikat Bershalawat Kepada Orang-Orang Di Shaf Awal(!)
Dan
tidakkah Anda ingin shalat bersama dengan para malaikat?! Diriwayatkan dari Al
Barra’ bin ‘Adzib bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“إن الله وملائكته يصلون على الصف المقدم، والمؤذن يغفر له مدى
صوته ويصدقه من سمعه من رطب ويابس وله مثل أجر من صلى معه”
“Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf awal, dan
muadzin itu akan diampuni dosanya sepanjang radius suaranya, dan dia akan
dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun
benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang
shalat bersamanya” (HR. Ahmad dan An Nasa’i dengan sanad yang
jayyid)
Dalam
hadits lain dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu beliau
berkata, “Aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الله
وملائكته يصلون على الصف الأول أو الصفوف الأول
“Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama,
atau di beberapa shaf yang awal” (HR.
Ahmad dengan sanad yang jayyid, diperoleh dari fatwa Syaikh
Sulaiman Al Majid di http://www.salmajed.com/node/6237)
Ancaman Bagi
Mereka yang Mengakhirkan Berangkat Jama’ah
Maka,
wahai saudaraku seiman, bergegaslah menuju masjid jika adzan telah
dikumandangkan. Segera tinggalkan segala keperluan duniawimu, segeralah
mengambil air wudhu’, sebab Allah dan Rasul-nya telah mengancam dengan tegas
lewat sabda Nabi-Nya.
Dari Abu
Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat
diantara shahabat ada yang mengakhirkan berangkat ke masjid, maka beliau
bersabda :
لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ
اللَّهُ
“Tidaklah
suatu kaum mengakhirkan (yaitu menuju masjid) hingga Allah akan mengakhirkan
mereka”
Syaikh
Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
وعلى هذا
فيخشى على الإنسان إذا عود نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل
في جميع مواطن الخير اهـ
“Oleh
karena itu hendaklah orang-orang merasa takut apabila mereka mengakhirkan suatu
ibadah, mereka akan diuji dalam bentuk Allah ‘azza wa jalla akhirkan dalam
segala bentuk kebaikan” (Ikhtishar Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 13/54)
Sebagai
penutup, hendaklah kita selalu mengingat firman Allah Ta’ala,
سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاء وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ
وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ
الْعَظِيمِ
“Berlomba-lombalah
kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi,
yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya.
Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan
Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS.
Al Hadiid : 21)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !